Kaombo: Potensi Unggulan Konservasi Laut di Desa Wasuemba
Kaombo terdiri dari dua jenis utama: Kaombo Awaktu, yaitu zona larang tangkap sementara yang dibuka dan ditutup sesuai kesepakatan adat, dan Kaombo Saumuru, zona larang tangkap permanen yang berfungsi menjaga habitat-habitat laut yang sensitif. Wilayah konservasi ini terbukti sangat efektif menjaga keberlangsungan biota laut seperti ikan kerapu, teripang, serta terumbu karang. Salah satu temuan menarik di wilayah Kaombo adalah ikan kerapu lumpur raksasa seberat 143 kg—simbol kelestarian laut yang terus dijaga oleh masyarakat Wasuemba.
Selain manfaat ekologis, Kaombo juga menjadi inspirasi dalam pengembangan ekowisata dan edukasi lingkungan. Setiap tahun, pemerintah desa bersama lembaga konservasi seperti Destructive Fishing Watch (DFW), Burung Indonesia, dan CEPF menyelenggarakan program edukatif seperti Festival Konservasi, Kemah Konservasi, dan Sekolah Laut. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai konservasi kepada generasi muda dan membuka peluang pengembangan wisata bahari berbasis komunitas.
Dengan komitmen masyarakat, dukungan lembaga mitra, dan potensi ekologis yang luar biasa, Kaombo di Desa Wasuemba kini menjadi model pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan berbasis adat. Inisiatif ini tidak hanya menjaga kekayaan alam untuk generasi mendatang, tetapi juga memperkuat identitas desa sebagai pelopor konservasi laut di wilayah Buton dan sekitarnya.
- Jenis Konservasi: Kaombo Awaktu & Kaombo Saumuru
- Wilayah: Laut Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula
- Dukungan: DFW, CEPF, Burung Indonesia
- Program Tahunan: Festival Konservasi, Kemah Konservasi, Sekolah Laut